Pengalaman Luar Biasa dalam 3 Minggu (I)

Tiga minggu lalu tepatnya Sabtu 24 September 2011, diadakan acara TEC Biz Training yang mengundang Mas Febby Lorentz (Owner Two Clothes) dan Pak Raharjo Ramelan a.k.a Abah (Komisaris Jabar Ventura). Pada acara itu, dibahas tentang bagaimana membuat rencana bisnis yang dijelaskan Mas Febby dan mempunyai jiwa seorang entrepreneur yang dibahas oleh Abah. Mas Febby dengan pembawaannya yang santai mengajarkan cara-cara membuat rencana bisnis yang sederhana dan sedikit menceritakan kisah Two Clothes-nya dari awal sampai sekarang. Abah yang meledak-ledak namun tetap santai mengajarkan bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang baik dimana entrepreneur harus jujur, punya visi terhadap masa depan, berpikir besar tetapi harus mulai dari hal yang kecil, bisa bekerjasama, disiplin, tanggung jawab, yakin hasil akan lebih dari hambatan, yakin akan kesuksesan, dan harus selalu melihat lingkungan sekitar dan potensinya. Sangat menarik mendengar omongan dari Abah pada saat itu.

Sebelum Abah datang ke Ruang 26 CC Barat ITB tempat Biz Training TEC diadakan, saya menaruh laptop di meja daerah belakang ruangan itu dalam keadaan tertutup di dalam softcase yang terbuka. Di meja dekat pintu, terdapat MacBook putih milik Fifi untuk presensi peserta dan sebuah kamera DSLR milik Tuwik dalam keadaan tergeletak juga. Setelah Abah datang, saya ke depan ruangan itu dan menemani beliau. Ada perasaan tidak tenang yang terus menghantui saya pada saat Abah memberikan materi. Oleh karena itu, saya selalu melihat ke arah belakang setiap interval 5-10menit sekali. Saya mengetahui siapa saja dan kapan panitia yang keluar-masuk pintu dikarenakan pada waktu itu peserta duduk semua di lantai (kalau ada yang berdiri pasti mencolok). Ketika sudah berjalan satu jam, perasaan tidak tenang saya memuncak dan saya langsung memutuskan untuk ke belakang. Ketika saya di belakang dan mengecek softcase laptop yang posisinya masih sama pada saat saya tinggal, isinya sudah hilang.

Perasaan pada waktu itu benar-benar bercampur aduk. Temen2 terkaget-kaget semuanya, temen2 di TEC terdiam semua di ruangan itu selama beberapa waktu, temen2 di HMIF juga kaget. Tetapi syukur karena dengan kagetnya mereka, entah kenapa saya malah merasa lebih tenang dan bisa menerima kenyataan. Tidak lupa juga Emil yang banyak menenangkan saya pada hari itu sampai saya lupa bahwa telah menghilangkan laptop.

Tantangannya baru dimulai setelah itu. Stress. Banyak data yang hilang, terbatasnya akses informasi, terbatasnya media untuk bekerja adalah sedikit masalah di luar masalah hilangnya laptop itu sendiri. Alhasil berdampak langsung terhadap menurunnya performa kerja baik di akademik maupun di organisasi. Hal ini dikarenakan untuk akademik, jelas banyak hal yang tidak bisa dilakukan seperti membuat tugas kelompok bersama. Organisasi pun ternyata terkena imbasnya, laporan-laporan dan hal-hal lain yang perlu dikerjakan dan dikoordinasikan menjadi sulit dilakukan. Terlebih lagi karena komputer PC di rumah harus selalu digunakan bergantian sehingga tidak bisa bebas menggunakannya.

Dengan tidak adanya laptop, saya belajar banyak hal. Manusia pada era sekarang ini memang sudah sangat tergantung kepada perangkat informasi dan saya sangat belajar banyak hal di sini. Belajar untuk mengurangi ketergantungan informasi ternyata penting sehingga ketika kita kehilangan sarana-sarana tersebut, kita dapat tetap menjalani kegiatan dengan baik.

Banyak tuh yang harus dikorbanin. Yang paling pertama adalah hilangnya semua dokumen yang udah dibuat, untungnya 3 hari kemudian baru sadar bahwa ternyata semua datanya udah dibackup sekitar 1.5 bulan yang lalu karena install OS baru (thank’s God). Jadi datanya yang ilang (cuma) 1.5 bulan terakhir dan data2 sisanya dari SMA masih terselamatkan.

Tapi masih banyak kesulitan yang dihadapi, seperti harus kembali rebutan komputer sama Aura di rumah yang setiap hari ada tugas. Ketika lagi pakai pun ga sebebas pakai laptop sendiri karena dibatasi waktu, alhasil banyak pekerjaan yang sedikit terbengkalai terlebih lagi ketika muncul tugas AKI, OS dan Jarkom dimana harus dikerjakan kelompok. Untung saya memiliki teman-teman yang begitu pengertian dan memaklumi keadaan saya (special thanks to Agast, Gharta, Anshor, Budi, Samnat). Hmm.. Emang laptop udah lebih penting dari pacar nih kalo di informatika.

Setelah hilangnya laptop apakah semua berjalan dengan seharusnya? Tidak, ternyata masih ada hal-hal menegangkan lainnya..

bersambung… Pengalaman Luar Biasa dalam 3 Minggu (II) (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s