Pengalaman Luar Biasa dalam 3 Minggu (III)

Akhirnya setelah latihan di hari pertama gagal (total), kami bertiga cukup panik. Kenapa? Karena kami akan berangkat ke final keesokan harinya dan belum sekalipun latihan, padahal bisa dibilang kami lolos dengan sedikit kemudahan karena kami membuat alat bantu hitung dengan excel yang kelompok lain belum tentu menggunakannya. Sementara di final, alat bantu seperti itu sudah tidak diperbolehkan sehingga tentunya kami memerlukan latihan ekstra untuk itu.

Sedikit pesimis, itulah yang ada di benak kami bertiga pada saat minggu malam latihan di kosan Sam. Pada waktu itu kami benar-benar melihat sulitnya peluang kami semua untuk lolos ke grand final dan hanya mengharapkan tidak memalukan ITB saja di ITS. Sampai saya dan Danny pulang, kami praktis tidak pernah latihan secara full sampai simulasi keseluruhan permainan. Kami hanya simulasi di awal permainan dan hanya merancang strategi-strategi yang diperlukan tanpa pernah mencoba.

Keesokan harinya, Senin, saya bolos kuliah di pagi hari untuk menyiapkan segala persiapan ke Surabaya karena malamnya saya baru sampai rumah jam 1 pagi dari kosan Sam. Kami bertiga sepakat kumpul jam 1 siang untuk simulasi terakhir kalinya sebelum berangkat. Dikarenakan hari itu hujan sangat deras, motor Papa yang membonceng saya ke kampus mogok (karena akan pergi ke Surabaya, jadi ga bawa motor sendiri). Alhasil baru jam 2 siang saya sampai di ITB yang berarti kami hanya punya waktu 1 jam saja untuk simulasi (jam 3 sudah persiapan berangkat). Akhirnya kami melakukan simulasi secara terburu-buru di ruang Labdas 3 dan itulah pertama kalinya kami menyelesaikan latihan simulasi. Selesai latihan, tidak ada waktu lagi kami langsung turun ke bawah dan langsung menuju bis yang sudah menunggu dan tidak lama setelah itu kami berangkat.

Ketidakyakinan ditambah melihat kepercayaan diri kelompok bGarudayasha (Lyco, Garin, Eric) membuat kami sedikit minder. Namun, dikarenakan kami sudah menyelesaikan satu kali simulasi, kami sedikit lega dan cukup optimis. Yaa.. setidaknya tidak akan malu-maluin ITB lah.

Perjalanan 20 jam ke Surabaya tidaklah mudah, leher pegel, badan capek, punggung sakit, dan ga enaknya pantat bener-bener membuat perjalanan serasa begitu lama. Namun dikarenakan seluruh isi perjalanan diisi dengan tidur, jadi sedikit tidak berasa. Selasa siang sekitar jam 12 kami sampai di Surabaya. Kami sudah ditunggu di STIESIA, semacam pemondokan (hotel sederhana) yang dimiliki oleh universitas yang saya lupa namanya di dekat ITS. Di depannya sudah ada tulisan “Selamat Datang Finalis Gemastik 4”. Saya ternyata sekamar dengan anak STI 2009 lainnya yaitu Tim Mendoan (Gharta, Budi, Ridwan). Setelah sampai di kamar, belum sempat duduk atau tiduran, kami langsung dipanggil untuk naik lagi ke bis untuk mengahadiri pembukaan Gemastik di ITS. Akhirnya saya langsung cuci kaki-tangan-muka agar sedikit segar dan bersih, lalu langsung turun dan pergi ke ITS naik bis.

Sesampainya di ITS, tim-tim lain langsung disibukan dengan penempelan poster dan lain-lain. Sedangkan tim saya, bersantai-santai dan menonton tim lain sibuk. Acara pembukaan dilangsungkan di Graha ITS, mungkin seperti Albar-Altim ITB. Tempatnya besar, seperti Albar-Altim dijadiin satu dan tinggi seperti GSG ITB namun terang di dalamnya dengan panggung besar di bagian depan. Setelah pembukaan, kami langsung naik ke bis untuk dibawa ke gedung Informatika ITS. Gedung Informatika ITS terdiri dari 4 lantai dengan bentuk U dan lapangan di tengahnya. Lapangannya luas namun cukup gersang dan tidak terpelihara.

Di sini kami melakukan technical meeting untuk lomba keesokan harinya (Rabu). Setelah technical meeting, kami masih melihat tim lain sibuk mengerjakan program atau game-nya sedangkan tim kami? Lagi-lagi menonton sibuknya tim lain. Setelah itu, kami langsung dibawa kembali ke Graha ITS untuk menghadiri welcome party yang isinya makan-makan. Setelah makan, tim ITB langsung ngacir ke STIESIA untuk istirahat. Di STIESIA, tim lain sibuk ngoding dan menyempurnakan program mereka untuk presentasi besok. Tim kami? Malah jalan-jalan ke luar buat nyari jajanan dan sepulang dari jalan-jalan, langsung nonton Indonesia vs Qatar. Setelah mengumpulkan niat, akhirnya tim kami melakukan simulasi dan perundingan strategi untuk besok. Setelah dua jam akhirnya kami selesai dan siap melibas habis seluruh musuh besok.

Keesokan harinya, setelah menunggu, akhirnya lomba Business Game segera dimulai. Terlihat ketegangan di mata kedua teman saya, namun saya berusaha membuat mereka tenang walaupun tidak berhasil. Setelah masuk ke ruangan, ternyata mereka justru sedikit lebih tenang. Ketika kami duduk di depan komputer, saya berusaha untuk mencairkan suasana dan berhasil. Di saat tim-tim lain serius berdiskusi, kami malah ngomongin hal ga penting dan ketawa-ketawa sampe cekikikan sebelum lomba final itu dimulai di ruangan final. Tetapi justru itulah menurut saya kelebihan tim ini. Rileks. Kami berusaha sebisa mungkin untuk rileks dan yakin terhadap apa yang akan dikerjakan. Bahkan kami berusaha untuk selalu becanda sebelum lomba agar bisa tenang.

Namun setelah selesai menyelesaikan game final, tidak ada satupun dari kami yang yakin akan lolos.

bersambung… Pengalaman Luar Biasa dalam 3 Minggu (IV) (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s