Sharing Kuliah Umum Aburizal Bakrie

Sabtu pagi 15 Oktober 2011, terbangun sekitar jam setengah tujuh, membuka laptop, ngeberesin beberapa kerjaan, saya lalu langsung bersiap-siap ke kampus untuk menghadiri kuliah umum (Stadium Generale) di ITB yang mengundang Pak Aburizal Bakrie sebagai pembicara. Kuliah umum ini cukup menarik dikarenakan mungkin ini pertama kalinya Pak Ical datang ke ITB memberikan kuliah umum setelah beliau menjadi menteri, setelah kasus lumpur Lapindo, setelah menjadi orang terkaya di Indonesia, dan setelah menjadi ketua umum Partai Golkar.

Setelah sampai di kampus, saya baru sadar ternyata memakai sandal jepit padahal ini dalam konteks kuliah (seminar) dan ketika saya datang mendekat ke aula barat, tampak banyak bapak-bapak berpakaian batik sangat rapi yang membuat saya makin minder. Mungkin karena kebawa kebiasaan terlalu santai setiap ke kampus hari Sabtu.

Pada saat itu, ternyata yang hadir bukan hanya Pak Aburizal Bakrie, tetapi juga Rektor ITB Pak Akhmaloka, Menteri Kelautan dan Perikanan (yang tiga hari setelah itu direshuffle oleh SBY) Fadel Muhammad, beberapa anggota DPR dan kerabat Pak Ical yang rata-rata jebolan ITB.

Pak Ical lalu mulai menceritakan masa dari beliau masih muda. Untuk memberikan semangat berwirausaha rasanya banyak motivasi-motivasi wirausaha yang sejenis sudah saya lalui. Namun ada hal-hal menarik yang ada dalam kata-kata dan ceritanya. “Generasi muda Indonesia jangan sampai menjelek-jelekan bangsanya sendiri.” katanya. Lalu ia menceritakan bagaimana jatuh bangun usahanya, dari orang yang bangkrut total yang mengumpulkan uang 3 triliun rupiah di tiga bulan pertama keberjalanan perusahaannya yang dibelinya dengan uang pinjaman pada saat bankrut. Yang unik di sini adalah, saya melihat bahwa Pak Ical begitu religius dalam menyikapi seluruh naik turun kehidupannya. “Saya bisa begini bukan karena kemampuan saya, kemampuan saya biasa-biasa saja dan semua orang bisa. Ini semata-mata karena Allah,” begitu kata beliau. Pada suatu saat juga ia menceritakan soal kasus Lumpur Lapindo dimana ia mengatakan sebenarnya perusahaan Lapindo adalah perusahaan yang kecil, sesuai undang-undang Lapindo bisa saja dibankrutkan dan bisa angkat tangan, apalagi ditambah dengan keluarnya keputusan MK bahwa kasus tersebut adalah bencana bukan murni kesalahan Lapindo. Ia sebenarnya sangat bisa untuk angkat tangan dan lari dari masalah. Namun ia menceritakan bagaimana ibunya meminta ia untuk membagi sebagian hartanya untuk korban lumpur yang sampai saat ini sudah lebih dari 9 triliun rupiah sudah Pak Ical keluarkan dari uang pribadinya. (NL)

One thought on “Sharing Kuliah Umum Aburizal Bakrie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s