Pelajaran Tentang Pengembangan Produk dari Kang Irvan

Jumat, 25 November 2011, saya dan beberapa teman membantu keberjalanan acara Young Entrepreneur Start-Up yang diselenggarakan oleh CEN BCCF. Acara ini diselenggarakan di Boemi Nini Jl. Purnawarman 70 Bandung.

Pada sesi mentoring kali ini diberikan oleh Kang Irvan A. Noeman, seorang praktisi branding, design, dan pengembangan produk. Kang Irvan bercerita dan memberikan materi sangat banyak bagi saya. Nah, kebetulan saya menjadi notulensi hari itu dan daripada disimpan, lebih baik saya bagikan ilmu-ilmu yang didapatšŸ™‚

Berikut adalah materi yang diberikan Kang Irvan pada hari itu: Untuk mengembangkan usaha, salah satu faktor yang penting untuk dilakukan adalah memproyeksikan tren. Dalam memproyeksikan tren (trend forecasting), ada baiknya kita memproyeksikan tren maksimal 18 bulan ke depan agar setelah itu kita bisa meninjau ulang produk yang dibuat apakah masih mengikuti tren atau tidak dan apakah sudah saatnya untuk dikembangkan lebih lanjut lagi untuk membuat tren baru.

Tren dari sebuah hal yang benar-benar mepengaruhi banyak golongan, berlangsung cukup lama, dan orang berlomba-lomba untuk mencapai itu akan menimbulkan suatu gaya hidup.

Gaya hidup atau lifestyle direpresentasikan dalam bentuk tanda-tanda dan berkembang sesuai jaman dikarenakan pertandingan antara berbagai kelompok yang ingin menunjukkan identitasnya (atau eksistensinya) dalam suatu ranah (golongan) tertentu.

Belajar trend bukan bermaksud untuk mengetahui dan mengikuti trend, tetapi adalah untuk memelajarinya dan mencari potensi trend apa yang bisa dikembangkan dan untuk menjadi seorang trendsetter. Hal itu dilakukan dengan cara menganalisa apa yang berubah -> mengapa berubah -> mengarah kemana perubahannya.

Namun, dalam forecasting tetap harus mengkombinasikan tren yang belum ada dan kondisi sudah mengarah ke situ, namun tidak yang terlalu jauh dari tren yang ada saat ini (seimbang). Kang Irvan menganalogikan dengan menjual pisang yaitu menjual pisang yang masih hijau tidak laku, begitu pula yang sudah kuning kehitaman.

Cth: Dahulu khadafi dianggap pahlawan oleh bangsa arab karena berani menaikkan harga minyak dari 70 sen menjadi 2 dollar. Semakin lama arah perubahan trend menyebabkan beliau tidak dipandang lagi.

Dalam trend forecasting, tren yang akan dibuat perlu di’decode’ atau dikombinasikan dengan budaya lokal untuk menghasilkan suatu karya yang kreatif. Cth: McDonalds waktu masuk ke Indonesia menciptakan tren fast food namun tetap menyesuaikan dengan budaya Indonesia dengan menambahkan menu ayam di dalamnya.

Jangan terjebak dengan artefak-artefak dari sebuah tren. Cth: jika unsur budaya tren, seseorang langsung memasang atribut-atribut dayak begitu saja di dalam ruangannya.

Brand adalah kepribadian dari sebuah produk. Branding itu tujuannya untuk membentuk brand story dimana brand harus bisa diceritakan bahkan hanya denganĀ  sebuah gambar sederhana. Brand communication bertujuan untuk membentuk suatu opini atau citra dari sebuah brand tanpa mengkomunikasikannya secara eksplisit. Brand story dan communication dapat diturunkan dalam iklan, packaging, dll.

DalamĀ  membuat brand harus mengidentifikasi customer profile dan membuat mapping. Cth: age vs price.

Branding memerlukan 3C: Connected (membuat koneksi), Creative Collaboration (membuat produk), dan Commerce (membuat uang – menjual barang).

Kelemahan dari generasi C, karena kemajuan informasi dan teknologi, adalah mudah terjebak dalam pusaran tren sehingga sangat mudah untuk meniru sehingga tidak memahami arti sebuah proses dan makna dari sesuatu.

“Anda harus mengehasilkan produk dengan menkombinasikan technology-social-humanity yang dikorelasikan dengan culture”

Tren 2012-2013 adalah geo concious (selalu memikirkan lokasi) dengan augmented reality, ethical costumer, go social (crowdsourcing), nostalgic (new but old experience), craft celebrate (respek terhadap sesuatu buatan tangan).

Kang Irvan memberikan tugas untuk pergi ke satu tempat publik dan diam minimum selama empat jam dan mencari apa saja alternatif, asosiatif, dan provokatif dari suatu pengalaman/benda/apapun dengan salah satu orang matanya tertutup satu lagi memakai earphone sambil mendengarkan musik secara keras dan harus pergi dengan transportasi umum. Catat berbagai kejadian dan apa yang harus dilakukan designer dan makna baru apa yang timbul dari situ.

Bisnis harus dapat menjawab 8 hal:

1. Marketing / Product Aim -> harus mampu mengeluarkan angka

2. Design and Communication objective

3. Target Group -> demografy, social economic status, psycology

4. Competitive Frame

5. Costumer Benefit / Promise

6. Customer Perception

7. Support -> apa saja dukungan untuk mencapai target

8. Tone and Manner -> citra

Produk:

1. Vision

2. Value

3. Product Personality

4. Product Positioning

Kurang lebih seperti itulah materi yang diberikan Kang Irvan. Saya pun lalu jadi banyak memikirkan soal pentingnya melihat tren ini dalam pengembangan bisnis. Ya seneng lah dapet ilmu baru lagišŸ˜€ (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s