Surat Palsu di ITB

Belakangan hari ini saya cukup sering ke Lembaga Kemahasiswaan (LK). Banyak hal yang harus diurus mulai dari pendaftaran ulang unit, masukin proposal kegiatan SPM (Sekolah Pengusaha Muda) dan juga sedang mengusahakan pengadaan ruang sekretariat untuk TEC di ITB. Ya untungnya karena sudah kenal dengan beberapa bapak di LK, birokrasinya tidak dipersulit dan lancar-lancar aja.

Saya lalu meminta surat pengantar untuk perusahaan dari proposal SPM yang dimasukkan untuk dipercepat karena memang butuh sebelum akhir tahun ini. Lalu ibu yang mengurus surat ini berjanji kalau memang sudah ada surat acc dari atasan, pasti bakal langsung dibuat. Namun, sambil ngobrol ia lalu bercerita tentang sesuatu yang saya sangat sesali ada di lingkungan ITB ini.

Ia menunjukkan bahwa ada sepaket proposal yang dikembalikan oleh sebuah perusahaan dikarenakan keanehan pada penulisan rekening di surat pengantar tersebut. Surat pengantar dari ITB biasanya selalu bertuliskan rekening: “ITB Kegiatan Mahasiswa”. Perusahaan itu sudah terbiasa menerima proposal dari ITB dan ada perusahaan yang tidak mau mengirimkan sejumlah uang ke rekening personal. Oleh karena itu perusahaan ¬†mengembalikan proposalnya ke LK ITB. Apa alasannya? Di surat pengantar tersebut, rekening ITB terlah diganti menjadi rekening mahasiswa oleh sang pemilik acara. Suratnya legal? Ya, mereka melakukan scan pada surat yang asli, lalu dimasukkan ke komputer, tulisan rekening diedit dan diprint. Mereka juga melakukan print berwarna sehingga tanda tangan dan cap ITB yang berwarna tetap mirip seperti aslinya. Luar biasa memalukan!

Saya saja yang melihatnya cukup emosi. Kalau saya tidak salah, nama kegiatan itu adalah YorkMUN, sebuah kegiatan yang ‘katanya’ bukan menghabis-habiskan uang atau jalan-jalan, melainkan menghasilkan suatu gagasan anak muda terhadap suatu masalah.

Inilah ITB kawan, para mahasiswa calon penerus bangsa yang sudah menelurkan 2 presiden dan tidak kurang dari 5 menteri setiap kabinetnya. Benar kata Pak Yusuf Kalla yang berkata bahwa jika Indonesia bobrok seperti ini, ITB-lah salah satu institusi yang harus bertanggung jawab. Ya.. keliatannya kalau dari hal-hal sepele saja masih seperti ini, Indonesia masih harus bersabar lagi untuk memperoleh kemerdekaan sejatinya. (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s