Undang-undang yang Mana?

Batalnya konser Lady Gaga benar-benar, sekali lagi, menunjukkan tidak adanya hukum yang pasti di negeri ini. Sudah lelah masyarakat melihat ketidakpastian hukum yang terjadi. Mungkin banyak yang lupa kasus dimana seseorang yang merekam video dirinya yang sialnya dia artis dan tidak sengaja tersebar oleh seseorang yang bernama Ariel Peterpan, divonis 3.5 tahun penjara. Mari kita bandingkan dengan seorang koruptor, yang sudah korupsi, mangkir dari panggilan KPK, kabur ke luar negeri, ketika ketemu masih beralasan sakit yang bernama Nunun Nurbaeti, berapa tahun kira-kira ia divonis? 2.5 tahun saja kawan.

Mengenai Lady Gaga, saya pastinya bukan fans-nya dia. Kalo diomong soal kepercayaan, wah, lagu Lady Gaga yang berjudul Judas itu sangat menghina apa yang ada di Alkitab dengan sangat jelas. Namun balik lagi, itu hanya setitik masalah nomer ke satu juta yang perlu kita soroti daripada masalah yang benar-benar besar di negeri ini. Saya tidak mengerti apa diutarakan orang yang mengatakan konser tersebut merusak moral dan sebagainya. Ok, jika memang merusak moral, mengapa tidak sekalian saja memblok channel Lady Gaga di Youtube? Saya sangat amat yakin sudah jutaan bahkan bisa puluhan juta views dari Indonesia yang menonton videonya di sana, bukankah orang-orang tahu Lady Gaga pertama kali juga dari sana? Terlebih lagi dari itu semua, kemana hukum di negeri ini kawan? Apakah hukum bisa diatur oleh segelintir masyarakat yang mengancam dengan otot dan kekerasan? Mengapa ancaman itu keluar dengan ringannya, tidak ada berani yang menentang dan malah undang-undang yang mengalah? Hukum mana sih yang mereka pegang?

Belum selesai masalah di atas, muncul masalah Corby, seseorang yang telah menyelundupkan ganja ke Indonesia. Orang ini, tanpa pemicu atau alasan yang jelas diberikan grasi oleh Presiden SBY, tidak tanggung-tanggung, 5 tahun lamanya. Kalau memakai logika orang normal, sudah jelas bahwa ini merupakan desakan pemerintah Australia. Ya, lagi-lagi sangat terlihat bahwa hukum di negeri ini bisa diatur dan dipesan oleh sebuah kekuatan.

Kesedihan itu berlanjut ketika mendengar berita soal bagaimana sekelompok orang di berbagai tempat dilarang beribadah yang sebenarnya agamanya merupakan agama yang diakui di Indonesia. Apakah dengan mereka beribadah dapat menganggu? Saya tidak mengerti.

Mengapa begitu melelahkan negeri ini mengurusi hal-hal seperti ini mengingat ada hal yang jauh lebih besar lagi yang patut diselesaikan bersama yang jelas-jelas menyangkut hajat hidup orang banyak dan masa depan bangsa ini? (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s