@StudentxCEOs @america

Di hari minggu ketiga Juni 2012, sehabis kebaktian gereja jam menunjukkan sekitar pukul setengah satu. Ketika beranjak pulang, teringat pernah diajak dan diinformasikan seputar acara StudentsxCEOs di Jakarta. Setelah mengecek SMS dan BBM untuk memastikan, ternyata acara tersebut berlangsung pukul 14.00-16.00 hari itu di Pacific Place yang terletak hanya sekitar 1-1.5km dari Plaza Semanggi, posisi saya pada waktu itu. Pada akhirnya perjalanan jadi 2.5 km dikarenakan saya mencoba memotong Komdak (Polda Metro Jaya) yang malah muter-muter di area yang sangat luas itu untuk mencari jalan keluar (akhirnya keluar di tempat yang sama seperti masuk), yah.. dibawa asik aja, haha…

Setelah sampai di Pacific Place, saya lalu window shopping di sana sambil nunggu jam dan mencari “@america” yang ternyata terletak di pojok lantai 3 mall itu. Ketika masuk ke sana, cukup kaget karena dari tampak depan yang kecil, ternyata @america memiliki luas yang sangat besar, sekitar satu studio bioskop lah, tapi dibagi-bagi menjadi beberapa ruangan. Kaget kedua adalah ternyata isinya benar-benar bagus, keren, dan modern. Dilengkapi teknologi-teknologi canggih dan tersedia puluhan iPad di sana yang bisa dipakai oleh pengunjung untuk mengakses internet maupun melihat konten-konten seputar kebudayaan Amerika. Kaget ketiga (sekaligus sedikit lucu) adalah penjagaan yang sangat ketat untuk ukuran sebuah tempat di mall yang sebenarnya penjagaannya sudah cukup ketat. Ketika masuk, kita langsung diminta menaruh seluruh barang bawaan di mesin x-ray barang (bahkan termasuk dompet dan hp). Setelah diambil, saya pikir sudah selesai, ternyata harus melalui metal detector yang benar-benar dijalankan sesuai prosedurnya: hp, dompet, segala barang bawaan termasuk kunci harus dikeluarkan sampai tidak ada lagi logam. Walaupun sudah aman, jangan harap bisa membawa tas ke dalam ya, karena tas dititipkan setelah diperiksa. Luar biasa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Acara lalu dimulai dengan pembukaan dari MC dan presentasi siapa lagi kalau bukan Mohammad Iqbal, sang inisiator dari StudentxCEOs ini. Bener-bener kagum sekaligus ngerasa bangga bahwa dia bisa ngebuat gerakan yang tadinya cuma ada di otaknya 1,5 tahun lalu, bisa menjadi sebesar itu yang saya yakin bisa jauh lebih besar lagi. Teringat bagaimana 1,5 tahun lalu saya bertemunya tengah mewawancarai orang-orang pertama StudentxCEOs di ITB. Setelah itu, acara langsung dilanjutkan talkshow dengan 3 orang: Houtman Zainal Arifin, seorang bapak mantan VP Citibank global (seluruh dunia), Patricia Susanto (CEO Jakarta Consulting Group), dan Fazil Alfitri (CEO Medco Power). Banyak banget ilmu dan inspirasi dari mereka. Saya bakal simpulin jadi beberapa poin:

  • Indonesia adalah negara yang kaya dan punya segalanya (alam, sumber daya manusia, kekayaan budaya, dll.), sayangnya kekayaan itu menyebabkan rakyatnya terlena sehingga negeri ini tidak mempunyai visi dan inovasi. Ini yang membedakan universitas di Indonesia dan  di luar negeri menurut mereka. Padahal, menurut Ibu Patricia, diantara Australia-Amerika-Indonesia, ia merasakan pendidikan yang paling berat justru waktu ia bersekolah di Indonesia. Hal ini juga saya pernah dengar langsung juga dari beberapa orang Jepang dan Singapura. Walaupun berat, sayangnya ajaran seorang guru untuk menciptakan visi dan mendorong inovasi anak didiknya masih sangat rendah di sini.
  • Ada satu penyakit yang sangat akut di Indonesia yang menjadi akar sangat banyak permasalahan termasuk korupsi (menurut Pak Houtman) yaitu: Feodalisme. Saya langsung teringat budaya kaderisasi di kampus (yang juga tidak berani berinovasi), haha…
  • Peluang sangat banyak di sini, jangan pernah mengeluh karena tidak adanya peluang. Mengeluhlah karena tidak mampu memanfaatkan peluang yang terkadang hanya datang sekilas. Oleh karena itu, untuk menggapai peluang tersebut, hal yang terpenting adalah jangan sampai terjebak di zona nyaman kita. Ketika kita sudah berada di situ, berusahalah keluar dengan meraih peluang yang ada.
  • Beranilah bermimpi, tapi jangan lupa harus tetap menapak ke tanah. Untuk mencapai mimpi itu, teruslah bertanya-belajar-belajar-belajar. Kalau gagal, coba lagi, gagal, coba lagi tetapi harus mempelajari penyebab kegagalan tersebut.
  • Orang tua adalah pengarah jalan yang terbaik. Mereka adalah orang yang akan dengan tulus dan jujur 100% mengarahkan anaknya ke jalan yang menurut mereka yang terbaik.
  • Banggalah jadi orang Indonesia. Pakailah Bahasa Indonesia. Orang yang suka mencampur-campurkan bahasa Indonesia-Inggris adalah orang yang tidak dapat berpikir secara sistematis, tidak rapi dan terstruktur. (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s