Tuhan dan Segala Cara-Nya (II)

Ini merupakan cerita lain dari yang pertama (Tuhan dan Segala Cara-Nya). Cerita ini masih bertema sama dan terjadi baru beberapa hari yang lalu ketika pergi untuk menemui pembimbing Tugas Akhir saya (dari pihak perusahaan) di Bandung. Awalnya kami janji untuk bertemu di ITB yang memang dari pertemuan sebelumnya selalu di daerah sana. Namun persis sebelum berangkat, secara mendadak sang bapak memindahkan tempat tersebut ke daerah Pasteur yang jauh lebih dekat dengan rumah. Ketika baru berangkat beberapa ratus meter, ternyata ban motor kempes yang menyebabkan saya harus kembali menuntun motor sampai rumah, masuk ke dalam, dan bergegas berangkat lagi untuk mempersingkat waktu terlambat. Sambil berjalan dari pintu gerbang depan, saya tiba-tiba teringat untuk mempersiapkan uang kecil untuk angkot. Dan ternyata saya mendapati bahwa dompet yang dibawa salah (tidak ada isinya). Akhirnya saya masuk lagi ke rumah, mengambil dompet, dan langsung lari menuju tempat pemberentian angkot. Akhirnya sang bapak harus menunggu saya sekitar 20 menit sebelum saya datang. Setelah itu segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Lagi-lagi mungkin cerita di atas terlihat sederhana, tak menarik dan berarti. Namun, bagi saya kejadian sederhana tersebut luar biasa. Ada dua hal unik di sini.
Hal unik yang pertama adalah pemindahan tempat. Tidak tahu mengapa, saya merasa bahwa dengan pemindahan tempat tersebut sangat amat membantu saya untuk mengaksesnya dengan menggunakan angkot. Saya dapat membayangkan jika harus naik angkot ke ITB yang bisa membuat terlambat sangat lama yang tentunya dapat membatalkan pertemuan hari itu. Indahnya, pemberitahuan terhadap pembatalan tersebut dikirimkan sesaat sebelum saya berangkat. Mengingat kalau sudah di jalan tidak akan melihat hp, akan sia-sia jika sudah terlanjur berangkat ke ITB dan harus kembali lagi ke Pasteur.
Yang kedua, saya sangat kaget ketika dompet yang saya bawa ternyata salah yang hampir tidak pernah saya lakukan selama ini. Seakan-akan lewat kempesnya ban tersebut ada peringatan akan hal ini. Dapat terbayang jika saya tidak kembali ke rumah, tidak mengecek dompet, dan tidak membawa uang seperpun, akan ada banyak masalah yang akan timbul berikutnya. Mulai dari parkir (atau naik angkot), mungkin saya tidak dapat membayar dan harus meminta bantuan orang lain atau pulang jalan kaki untuk hanya mengambil uang. Jika saya mencoba untuk menambal ban pun pasti akan kebingungan ketika diminta untuk membayar. Tentunya segala kemungkinan itu dapat membuat keterlambatan akan semakin parah dan melelahkan.

Mungkin yang cerita ini jauh lebih sederhana dari yang sebelumnya. Dan mungkin kedua cerita ini akan terasa berlebihan dalam mengintepretasikan jika dibaca. Tetapi yang pasti, dari kejadian sederhana yang sebenarnya terlihat sebagai masalah dan musibah, terdapat kuasa Tuhan yang luar biasa. Tuhan dapat muncul dalam setiap aspek di kehidupan kita yang terkadang tersembunyi lewat serangkaian kejadian dan sulit untuk menyadarinya. Tuhan memang misterius, namun yang pasti, Ia memiliki rencana dan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Selamat Natal🙂 (NL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s