Tuhan dan Segala Cara-Nya

Ada pengalaman sederhana yang bikin pengen banget untuk nulis di blog ini (lagi; akhirnya). Biar keliatan kerenan dikit, kali ini temanya motor, haha…😀

Jadi sekitar bulan Oktober kemarin, hari Kamis dimana ada kelas fasttrack jam 7 pagi, saya bangun (sangat) terlambat. Biasanya sih kalau udah setelat itu udah ga’ maksain buat masuk, tapi berhubung jumlah absen udah cukup memprihatinkan, jadi dipaksakan pergi. Nah, kejadiannya terjadi ketika motor saya berjalan sekitar 40km/jam di jalan yang sepi. Tiba-tiba rantai motor putus, membelit daerah gigi motor belakang dan langsung mengunci mati putaran ban. Kejadian itu kurang dari sedetik sehingga tidak sempat untuk ngerem yang berakibat motor saya terseret sejauh kurang lebih 2-3 meter dari tempat asal (diliat dari jejak bannya). Akhirnya hari itu seharian saya habiskan untuk mengurus motor ke bengkel. Lucunya, kemudian mendapat kabar bahwa memang kuliah hari itu sudah diberitahukan tidak ada disaat saya tidak masuk di minggu sebelumnya.

Sekilas memang kejadian tersebut terlihat dan terasa sebagai masalah. Namun, setelah dipikir dan digali lagi, saya tersadar dan sangat takjub dengan apa yang terjadi. Saya bisa melihat bahwa kuasa Tuhan luar biasa dan bisa muncul dari hal-hal sederhana yang terkadang malah dianggap sebagai musibah atau bencana.

Begini pemaparannya…
Dikarenakan kesibukan yang luar biasa, faktanya memang motor tersebut sudah melewati 1.5 kali waktu normal untuk servis. Uniknya adalah bahwa waktu tersebut seperti ‘dipaksakan’ ada ketika saya memang sedang kosong yang saya yakin tidak akan melakukan itu jika tidak berangkat di pagi hari itu. Seakan-akan saya memang disuruh berangkat untuk memperbaiki motor di hari itu secara tidak langsung.
Terlebih lagi secara mengejutkan ternyata tidak ada kuliah yang menyebabkan waktu yang dipakai tidak mengorbankan dan memperburuk kondisi absen pada kuliah tersebut.
Selain itu, saya mensyukuri bahwa ketika hal itu terjadi, posisi motor sedang benar-benar lurus sehingga tidak tergelincir jatuh dan hanya terseret lurus ke depan. Terbayang jika motor dalam posisi sedikit berbelok atau miring apa yang akan terjadi.
Soal jalan, ada satu kebetulan yang luar biasa. Jalan itu adalah jalan sepi yang jarang dilalui termasuk oleh saya. Dan terbayang kalau saya melewati jalan biasa (Suria Sumantri-Pasteur), ketika tiba-tiba terjadi hal tersebut apalagi sampai jatuh, tidak tahu apa yang akan menyusul dari belakang.
Yang saya sangat syukuri sekaligus heran adalah soal timing, mengapa kejadian tersebut harus terjadi di situ? Saya membayangkan kalau kejadian itu terjadi, mungkin 3-5 menit lebih lambat. Dimana saya sudah berada di Jalan Pasteur yang kecepatannya sekitar 60-an km/jam, atau di Jalan Layang Pasupati yang kecepatannya antara 80-100 km/jam. Saya mungkin sudah tidak bisa menulis lagi blog ini🙂 (NL)

Cerita kedua ada di: Tuhan dan Segala Cara-Nya (II)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s