Mengapa Masih Dibela?

Jika menarik satu permasalahan di negeri ini, hampir pasti kita akan menemukan salah satu akarnya adalah korupsi.  Di Indonesia, hampir segala hal, segala titik, proses, dan kesempatan rentan terhadap korupsi. Kemiskinan lahir dari ribuan variabel yang kalau ditelusuri adalah karena korupsi. Pendidikan yang tidak maju-maju juga karena korupsi. Infrastruktur yang kacau balau karena korupsi. Bahkan sampai sepakbola (olahraga) Indonesia yang mengalami degradasi terus menerus, ya karena satu-kata-itu.

Membayangkan jika negeri yang besar ini bisa bebas korupsi, saya hakqqul yakqin Indonesia akan sejahtera dan dapat berlari jauh meninggalkan negara lain. Karena pada dasarnya potensi manusia, sumber daya alam, geografis, dan geopolitik Indonesia amatlah besar.

Syukurlah, Tuhan memberikan satu lembaga luar biasa yang bernama KPK di negara ini. Walaupun berkali-kali berusaha dihancurkan oleh berbagai kepentingan, lembaga ini tetap maju dan menurut saya menunjukkan eksistensinya yang luar biasa belakangan ini. Saya pernah pesimis ketika KPK ingin menjerat salah satu mentri di republik ini. Ketika Abraham Samad datang ke ITB untuk memberikan Kuliah Umum tahun 2012 lalu, perasaan ragu tersebut bahkan masih sangat kuat ketika ia berbicara bahwa KPK adalah institusi yang tidak takut kepada siapapun kecuali Tuhan. Ia mengatakan bahwa KPK juga punya indra, insting, dan nurani yang dapat mengatakan seseorang korupsi atau tidak, namun tentunya hukum di Indonesia yang mengharuskan cukupnya alat bukti untuk melakukan penangkapan-penahanan  dan menjadikan tersangka seseoranglah yang merupakan hal tersulit. Alat bukti merupakan salah satu yang wajib untuk melakukan proses hukum di negeri ini. Oleh karena itulah amat sulit untuk menangkap contohnya sang pemimpin partai terbesar di negeri ini.

Tidaklah heran bahwa Indonesia seakan terhenyak kagum dan bersorak ketika KPK menjadikan Menpora dan saudaranya tersangka. Ini adalah sejarah baru Indonesia dimana seorang mentri yang aktif, yang sangat kuat, dari partai penguasa yang juga sangat kuat, dapat ditembus oleh kekuatan KPK. Inilah juga menjadi titik tertinggi dalam sejarah pemberantasan korupsi Indonesia.

Takjub saya oleh lembaga ini masih belum hilang dan sudah dikejutkan lagi oleh keberanian mereka menangkap dan menjadikan tersangka, tidak main-main, seorang presiden partai besar di republik ini. Walaupun menurut saya tingkat kesulitannya lebih rendah dibanding sang Menpora, tetapi ini sudah menjadi sinyal bahwa memang pemberantasan korupsi di negeri ini sudah berjalan ke arah yang lebih baik, tidak pandang bulu, dan yang terpenting, tidak takut terhadap siapapun. (NL)

2 thoughts on “Mengapa Masih Dibela?

    • Selama penegak hukum pun masih korupsi, akan sangat sangat tidak akan punya kekuatan dalam membasmi korupsi di indonesia red.

      Sent from my Windows Phone ________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s